Rabu, 06 Februari 2013

Bencana Banjir Jakarta 2013


Bencana Banjir Jakarta 2013. Assalamualaikum, Lagi bencana menghapiri Negeri dan saudara-saudara kita. Turut duka atas musibah yang menimpa saudara-saudara di Ibu Kota Jakarta, semoga saudara-saudara yang ada disana tetap dalam keadaan sehat, kumpul bersama keluarga satu sama lain, dan mendapatkan bantuan yang layak dan memadai dari Pemeritah daerah maupun pusat.

Bencana Banjir di Jakarta puncaknya terjadi pada hari Kamis kemarin tanggal 17-01-2013 yang diguyur hujan deras terus menerus dari pagi hingga malam dan membuat sungai-sungai meluap di Jabotabek, Air mengenangi tepat di jantung Ibo kota, termasuk di Istana kepresidenan, Bundaran HI, dan masih banyak lagi lokasi lainnya terendam banjir. Dan siarankan langsung di beberapa Stasiun Tv tanah air.

Seluruh aparat petugas gabungan yang ada telah dikerahkan semua untuk membantu dan mengevakuasi korban banjir. dari Presiden Gubernur DKI, selebritis, dan petinggi negara lainnya telah terjun langsung di lokasi dan memberi bantuan untuk korban banjir.

Bencana banjir yang menimpah Bumi Jakarja mencapi kerugian milayaran rupiah bahkan mungkin triliunan, menyebabkan aktivitas perekoniam di pusat terhenti total.

Dari sudut pandang Islam suatu bencana tak akan menimpah suatu negeri dan kaum, jika kaum yang berada dalam negeri itu tetap menjalankan perintah Allah dan Menjaga keseimbang Lingkung Alam dimana mereka hidup dan mencari nafkah.

Jika diperhatikan dari sisi LOGIS datangnya banjir maka tidak lain adalah Lingkung Alam disekitar Jakarta yg tidak terawat dan terjaga sebagaimana mestinya oleh masyarakatnya sendiri, tumpukan sampah-sampah di sungai sudah pasti pemicu utama, kedua banyaknya warga yang membangun rumah tetap dipinggir sungai yang memperkecil jalur sungai, ketiga berkurangnya jumlah pohon yang menyerap air, dan tentunya juga infrastruktur jakarta sendiri tetapi yang terakhir ini percuma diperbaharui terus kalau sampah masih tetap tak ada solusi dan terjaganya ekosistem lingkum Alam.

Sudah sangat jelas tidak terawatnya Lingkungan Alam yang jadi pemicu Banjir, pada hal untuk tahun 2013 ini curah intensitas hujan hanya 100mm dibanding banjir besar jakarta tahun 2007 yang mencapai 300mm.

Itu secara Logisnya, namun bencana tak bisa dihindari, nah bagaimana dari sudut pandang Islam, didalam Alquran mengenai Banjir Jakarta 2013, puncak kejadian musibah banjir jakarta terjadi pada kamis tgl 17-01-2013. Nah disini Bang Wan coba mengaitkan waktu kejadian dengan Ayat Al-Quran, Subhanallah sangat mengejutkan.

17-01-2013 kita coba mengambil tanggal dan bulannya, maka surah yang dituju otomatis adalah Al-Qur'an Surah 17 ayat 1 (Q.S. Al-Isra' 17:01) dan coba kita memakai double angka 17 yaitu (Q.S. Al-Isra 17:17)

(Q.S. 17:01)"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat".

Tafsiran isi kandungan ayat 17:01: Allah SWT menyatakan ke Maha Sucian Asma-Nya dengan firman-Nya, agar manusia mengakui kesucian-Nya dari sifat-sifat yang tidak layak dan meyakini sifat- sifat ke Agungan-Nya yang tiada taranya dan sebagai pernyataan pula tentang sifat-sifat yang kebesaran-Nya telah memperjalankan hamba-Nya pada waktu malam, dengan perjalanan yang sangat cepat.
Allah SWT memulai firman-Nya dengan dalam ayat ini, dan di Beberapa ayat yang lain sebagai pertanda bahwa ayat itu mengandung Peristiwa luar biasa yang hanya dapat terlaksana karena iradat dan kekuasaan-Nya
, Subhanallah

(Q.S. 17:17)"Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah kami binasakan. Dan cukuplah Rabbmu Maha
Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya"
.

Tafsir isi kandungan ayat 17:17: Allah SWT menenggelamkan dengan Banjir besar bagi kaum dizaman nabi Nuh yang tak percaya kepada-Nya sehinggah turunlah Banjir yang dahsyat menenggelamkan kaum kaum yang tak percaya pada nabi Nuh atas kekuasan Allah SWT. Dan sesudah zaman nabi Nuh pun banyak kaum kaum yang juga binasa dari suatu bencana banjir yang Allah turunkan kepada mereka yang tak mempercayai dan memiliki keraguan atas kekuasaan Allah SWT. subhanallah

Entah ini hanya sebuah kebetulan atau apa yang jelas ini merupakan bentuk peringatan dari Sang Pencipta Alam Semesta. Jadi dapat tarik sebuah kesimpulan bahwa Allah SWT menurunkan bencana pada suatu kaum bukan tanpa sebab, dibalik semua ini ada banyak hikmah yang dapat kita petik, bahwa Allah SWT mengingatkan manusia agar tak lupa pada-Nya sebagai Sang pencipta Alam semesta bumi, langit dan seluruh isinya dan agar manusia tetap menjaga keseimbangan lingkungan alam yang telah ada, jika manusia menjaga alam maka alam akan menjaga manusia.

Semoga dibalik banjir jakarta yang menimpah saudara-saudara kita disana, kita dapat memetik Hikmah yang ada, dan lebih mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

Wassalamualaikum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar